Nats:Luk.24:50-53
Ada banyak peristiwa di dunia ini yang diluar kendali. Ada orang yang diam-diam keluar dari pekerjaannya tanpa memberi tahu kepada rekannya. Menghilang begitu saja. Akhirnya rekan-rekan merasa kehilangan dan bertanya-tanya. Ada lagi suami atau istri kelimpungan hingga stres gara-gara pasangannya pergi dengan orang lain dan menjadikan orang itu kekasihnya. Tentu saja diluar kendali dan begitu teganya bertindak seperti itu apalagi sudah tahunan hidup bersama. Tetapi tidak dengan Yesus Kristus kepada para murid.
Sangat memungkinkan Yesus Kristus pergi begitu saja menuju Surga dengan cara terangkat. Ia adalah Tuhan pencipta alam semesta dengan segala isinya termasuk para murid. Hal itu tidak dilakukan. Mengapa? Yesus Kristus sangat peduli kepada Para Murid. Kepedulian itu terus dirasakan oleh para murid dari sejak awal membangun komunitas hingga akhir kebersamaan. Mereka mengalami kepedulian Yesus Kristus.
Kepedulian Yesus Kristus diakhir perjumpaan dalam kebersamaan terlihat dari penghargaan. Yesus Kristus sangat menghargai para murid. Dalam peristiwa kenaikan menuju Surga selain menghargai, sekaligus meyakinkan bara murid bahwa Yesus Kristus benar-benar terangkat menuju Surga. Betapa hebatnya relasi yang dibangun Yesus kepada para murid. Mengingat tugas berat menanti para murid setelah Yesus Kristus ada di Surga.
Menghargai, meyakinkan tetapi juga memberikan berkat dengan mengamgkat tangan. Para murid tanpa berkat Tuhan tidak akan nyaman berada di dunia ini. Berkat dari Yesus Kristus mengubahkan arah kehidupan mereka. Bahwa berkat itu memampukan para murid menjadi pemenang. Dampak dari berkat yang diberikan Yesus Kristus yang diterima oleh para murid menjadikan mereka militan dan eksis. Mengingat di sana ada sukacita (ay.52). Ada titik kumpul di bait Allah( ayat. 53a) serta hidup yang memuliakan Allah.
Apa yang dialami oleh para murid pada waktu itu dari segi pemaknaan sama. Betapa Yesus Kristus peduli kepada para Murid di era ini. Ia tetap peduli. Ia yang menghiburkan, menguatkan dan sekaligus mengangkat disaat orang disekitar tidak peduli. Yesus peduli dengan menghargai dan meyakinkan kita(ay.50a). Ia juga terus memberikan berbagai berkat kepada kita (ay.50a,51). Dampaknya pun sama seperti yang dialamai para murid. Apa Itu. Sukacita, selalu kumbul di titik kumpul yang sama dalam beribadah dan hidup yang memuliakan Tuhan. Peristiwa kenaikan Yesus Kristus ke Surga hendaknya menjadikan diri lebih mantap dalam segala hal. Lebih berani menjalani kehidupan. Lebih kreatif dan berinovativ dalam berkarya. Ternyata modal kita hidup berasal dari Surga. Itu jadi pembeda dari manusia yang lainnya. Haleluya