Nats:Kej.35:1-14
Yakub pada akhirnya menjadi sosok pribadi yang berkomitmen. Saat ia melewati berbagai kesulitan dan tantangan hidup ia menepati janjinya untuk beribadah dengan sungguh kepada Tuhan(Kej.35:1-14). Saat berada dalam keadaan krisis dan kritis, Tuhan menyatakan Diri kepadanya bahwa Yakub akan disertai, diberkati, dilindungi, dipelihara hingga selamat (Kej. 28:10-22). Hebatnya saat menjadi pemenang ia tetap berkomitmen. Komitmen adalah suatu bentuk kesungguhan atau tekad kuat seseorang untuk memegang janji, tanggung jawab, atau menjalankan sesuatu dengan konsisten dan penuh tanggung jawab.
Perhatikan tanda dari komitmen Yakub. Pertama-tama ia taat atas apa yang diminta Tuhan atas dirinya untuk pergi ke Betel (ay.1,3). Yakub tidak pura-pura lupa. Tidak menawar untuk menunda, apalagi menolak permintaan Tuhan. Kedua Yakub meminta siapa pun yang bersama dirinya wajib meninggalkan keyakinan lama (ay.2,4). Artinya Yakub tidak mau dicemari. Ia mau fokus sepenuhnya kepada Tuhan. Ketiga Yakub mendirikan mezbah bagi Allah dan mentahbiskannya (ay.14-15). Bagi Yakub membangun hubungan dengan Tuhan adalah segala-galanya. Baginya tanpa Tuhan tidak ada artinya.
Tuhan juga mau siapapun diantara kita memiliki komitmen kepada Tuhan. Jangan pura-pura lupa. Apalagi mengabaikan dan menganggap semua kebetulan tanpa campur tangan Tuhan. Ingatlah masa-masa sukar yang diperhadapkan kepada kita. Atau seperti apa kita tadinya tanpa kehadiran Tuhan. Ada banyak air mata. Bahkan orang memandang sebelah mata. Tuhan hadir. Tuhan menjamah. Tuhan memulihkan. Tuhan menguatkan. Tuhan mengangkat sedemikian rupa jadi wajar kita bersungguh-sungguh hidup dihadapan Tuhan.