Alkitab adalah Firman Tuhan. Untuk itu harus dibaca dengan sungguh-sungguh. Dibaca secara kontinyu dan terjadwal sepanjang hidup. Sebelum membaca wajib berdoa meminta Tuhan menyingkapkan apa yang akan dibaca. Selain di baca Alkitab dari segi uraiannya perlu di dengar dengan baik saat pengkhotbah menguraikannya. Diperlukan konsentrasi dan kesungguhan mengingat cara dan gaya berkhotbah dari setiap pengkhotbah berbeda-beda.
Alkitab telah dibaca dengan baik. Demikian juga didengar uraiannya dengan sungguh-sungguh. Maka akan muncul pertanyaan untuk apa semuanya itu? Tentu saja ada manfaatnya di dalam kehidupan setiap kita karen Alkitab adalah Firman Allah. Perhatikan dengan baik apa yang terdapat dalam 2 Timotius 3:16. tertulis di sana :” Segala tulisan yang diilhamkan oleh Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran”.
Jelas sekali dituliskan manfaat dari Alkitab yakni untuk mengajar, menyatakan kesalahan, memperbaiki kelakuan dan mendidik dalam kebenaran. Hal ini tidak saja diperuntukkan untuk orang di luar diri kita, melainkan juga untuk kita sendiri. Tidak mengenal tingkatan usia, pendidikan, jabatan, gelar, ekonomi. Siapa saja memerlukan Alkitab karena manfaatnya tadi. Manfaat Alkitab dari segi mengajar, maka yang diajar adalah semua kita. Kata “mengajar” dalam ayat ini berasal dari bahasa Yunani “didaskalia” (διδασκαλία), Dalam konteks ayat ini, mengajar merujuk pada pemberian pemahaman yang benar mengenai kebenaran Allah. Itu berarti di luar Alkitab bukan sumber utama pemberian pemahaman mengenai kebenaran Allah. Allah nyatakan pemahaman tentang dirinya hanya di dalam Alkitab. Untuk itu jangan pernah mencari referensi di luar Alkitab. Di luar itu ada propoganda dari Iblis untuk menyesatkan orang dengan teologia liberal dan menyatakan Alkitab sudah dipalsukan dan dianggap tidak sempurna. (Bersambung)
